PROSES KARYA GIGANTIK HARMONI(S) HARI PERTAMA

Karya Gigantik Harmoni(s) dari resam



 LocaInstitute.com | PROSES KARYA GIGANTIK HARMONI(S) HARI PERTAMA.


Kami tiba di Bandara Sutan Saha Jambi sekitar pukul 12 siang dan kemudian dijemput oleh Pak Abdi Nur, salah satu tokoh pengrajin sekam di Muaro Jambi.

Oleh Pak Abdi Nur kami diajak ke kediaman Mba Irma, salah satu orang yang memasarkan kerajinan resam. Mba Irma juga merupakan seorang wartawan dati harian kompas untuk Jambi. 





Di kediaman Mba Irma, sedang diadakan pelatihan resam rutin yang diikuti beberapa warga, mahasiswa dan profesional di bidang lingkungan hidup. Kegiatan ini juga merupakan inisiasi Pak Abdi Nur dan Mba Irma.

Pada kesempatan itu, kami akhirnya bisa melihat dan memegang tanaman resam secara langsung. Dari beberapa teman di sana, kami juga mendapat info terkait tanaman resam.


kerajinan Resam



Tanaman resam berdasarkan karakteristiknya merupakan tanaman bawah dan invasi. Tumbuhnya tanaman resam biasanya menandai tingkat kesuburan wilayah sekitarnya. Hingga dia akan berinvasi seiring dengan pertumbuhan tanaman atau pohon lain.

Keberadaan resam akan berkurang sedikit demi sedikit seiring dengan rimbunnya tanaman/pohon lain di sekitarnya. Hal ini disebabkan berkurangnya intensitas cahaya matahari yang diterima tanaman resam akibat terhalang tanaman/pohon lain.

Di tempat Mba Irma kami juga melihat beberapa contoh jadi kerajinan resam. Saat ini permintaan akan kerajinan resam berbentuk vas bunga sedang diminati oleh pasar, khususnya pasar Jakarta.

Kami tidak begitu lama di kediaman Mba Irma. Kami harus segera menuju candi Muaro Jambi untuk bertemu dengan kepala BPCB Jambi, Bapak Agus Widiatmoko, S.S.


Muaro Jambi



Perjalanan menuju candi Muaro Jambi memakan waktu kurang lebih satu jam. Sebagai info, komplek candi ini 10 kali lebih luas dari candi Borobudur.

Pak Agus telah menunggu kami. Bersamaan dengan itu, dia juga sedang mengadakan pertemuan dengan pemuda setempat untuk meningkatkan kualitas pemandu wisata di kawasan Muaro Jambi.


Pelataran Candi Muaro Jambi



Agenda kami dengan Pak Agus adalah perihal perijinan wilayah untuk penempatan karya. Tidak kami duga, ternyata Pak Agus memberikan keleluasaan untuk memilih tempat. Dia juga berjanji akan membantu perihal perijinan.

Dari Pak Agus kami juga mendapat info terkait profil wilayah. Potensi seni budaya hingga kekayaan alam dan nilai historikal.

Tak hanya itu, para pemuda kawasan Muaro Jambi juga sangat antusias dan mendukung program kami. Ini merupakan berkah tersendiri bagi kami dan berharap menjadi awal yang baik untuk melancarkan program pembuatan karya gigantik "Harmonis(s)".

(Penulis Rengga Satria)

No comments:

Post a Comment