PRESENTASI KARYA #3 BALANCING


Presentasi Balancing Tahap 3



LocaInstitute.com | PRESENTASI KARYA #3 BALANCING.


Minggu 30 Agustus 2020 merupakan presentasi tahap ke 3 sebelum pameran Balancing yang rencananya akan digelar pertengahan bulan September 2020 ini di Ruang Setara, Jakarta. Ada yang menarik dari hasil sharing yang dilakukan oleh teman-teman malam itu. Banyak ide dan perspektif baru bermunculan merespon karya yang dipresentasikan. Berikut ini catatan saya. 


PRESENTASI KARYA #3 BALANCING


Malam itu, saya beruntung gak ikut jadi peserta. Jadi saya punya waktu lebih banyak untuk menyimak informasi dan kajian dari teman-teman lainnya. 


Salah satu karya yang dipresentasikan kali ini adalah milik Mas Feri. Object karya Rock Balancing yang menjadi temanya. Jika kemarin dia mempresentasikan sketsanya saja, Minggu ini dia sudah membuat karya yang akan ditampilkan. 


ART PACKAGING


Bagi saya, karya Mas Feri sudah sangat bagus, karena secara teknik, dia sangat menguasai apa yang dibuatnya. Jadi sejujurnya saya gak punya komentar lainnya, selain kata bagus. Hahaha.. Apalagi proses bagaimana karya tersebut dibuat itu juga dia paparkan. 


Mas Feri menempatkan seni tak hanya sebagai hobbi dan rasa kesenangan saja. Akan tetapi dia juga menggunakannya sebagai alat terapi. (Hal yang sering saya bahas di Blog ewafebri jaman dulu, hahaha..). Mungkin karena pendekatan itu juga membuat saya sulit mencari celanya. (laaa.. memang gak ada cela kok Va !)


Tapi mungkin perspektif saya berbeda dengan teman yang lainnya. Karena mereka bisa melihat "hal lain" yang bisa diperbaiki sebelum ditampilkan. 


"Sebuah karya meskipun memiliki konsep dan teknis yang bagus, tapi juga perlu memperhatikan bentuk kemasannya. Dalam hal ini berhubungan dengan pemilihan frame. Apakah pilihan kemasan itu makin membuat karya kita menonjol atau justru sebaliknya."

 

Wah saya pikir dulu asal dipasang frame aja udah cukup, hahaha,, tapi ternyata pilihan kemasannya pun menjadi pertimbangan tersendiri. hihihi.. 


Baca Juga : PRESENTASI TAHAP 1 #BALANCING


ART BLOCK



Art Block sepertinya sering menjadi masalah bagi setiap perupa dalam berkarya ya ? Pun pengaruhnya juga dari berbagai hal. Ada yang bermula dari gak punya ide dalam membuat karya, ada yang gak memiliki mood dalam berkarya, bahkan ada juga dipengaruhi oleh lingkungan sekitar (misalnya tak tersedianya bahan material yang dibutuhkan, dll). 


Dan tentu saja setiap perupa memiliki cara sendiri-sendiri dalam menghadapinya. Ada yang tetap konsisten menghasilkan sebuah object meskipun tanpa harus melibatkan emosi. Ada yang harus menumbuhkan emosi dulu sebelum membuat karya. Ada juga yang go with the flow aja (ini mah saya). hahaha..


Yang menarik adalah ketika ada yang berbagi sudut pandang tentang menggambar / melukis itu berbeda dengan berkarya. Nah.. Apa maksudnya ini ? hahaha.. Otak saya mendadak langsung kram mendengarnya. 


Menurut Mas Fitra, "Menggambar dan berkarya itu adalah 2 hal yang berbeda. Menggambar itu adalah kegiatan yang menghasilkan sebuah object saja, sementara berkarya adalah kegiatan yang menghasilkan sebuah produk tapi melibatkan emosi di dalamnya. Suatu object dapat dikatakan sebuah karya apabila dalam proses pembuatannya sang kreator melimpahkan emosi yang dia miliki dalam karya tersebut." 

 

Baca Juga : PRESENTASI TAHAP #2 BALANCING


Eh tapi, saya setuju dengan pernyataannya Mas Fitra. Saya hanya akan menyebut sebuah produk yang saya hasilkan sebagai sebuah karya apabila saya membuatnya melibatkan emosi. Tak hanya itu tapi juga berupaya memberikan value maupun pesan atau komunikasi yang ingin disampaikan. 


Proses lainnya yang tak melibatkan apa yang saya sebut di atas, hanya saya anggap sebagai latihan saja. Hahaha alias Practice Makes Progress. hihihi.. 


Tapi mungkin pandangan seperti ini berbeda dengan yang lainnya, dan itu sah-sah saja. Kan gak semua pendapat harus diiyakan dan dilarang. Hihihi.. Ya kali semua pikiran harus punya pendapat yang seragam. Iya kan ? 


KESIMPULAN


Jadi Presentasi Minggu ini tak cuma mengulik tentang kekaryaan tapi juga kita membahas tentang behind the story atau hal lain yang melingkupi tentang prosesnya. Bahwa setiap dari kita memiliki perspektif yang berbeda-beda dalam menghadapi dan menciptakan hal baru. Karena kita memiliki pribadi masing-masing yang unik. Hihihi..


Nah buat kalian yang sedang membaca tulisan ini, kira-kira bagaimana cara kalian  memandang perbedaan tentang berkarya dan menghasilkan sebuah produk ? Apakah sama saja (hanya istilah saja yang berbeda) atau justru mempunyai sudut pandang yang berbeda ? Yuk share pandangan kalian di kolom komentar. Hihihi.. Kita berdiskusi ringan, tapi jangan gontok-gontokan ya ? hahaha.. 


(Penulis ewafebriart)

1 comment:

  1. Menarik! Memang tergantung dari masing-masing sih ya, karena setiap orang kan juga punya ide dan keunikannya sendiri.

    Kalau saya sih masih suka nggak konsisten, kadang juga nunggu kesel dulu baru bisa bikin karya, seringnya melampiaskan ke puisi sih, disitu lagi emosi, disitu juga bikin puisi, hihi..

    Btw, bahasannya bukan soal gambar-menggambar gpp kan yal? hehe..

    ReplyDelete